MrJazsohanisharma

Di antara syarat dalam melaksanakan wudhu adalah sebagai berikut

BERWUDHU

SINAUBARENG.Seorang muslim tentu wajib hukum nya berwudhu setiap hendak melaksanakan ibadah sholat, tujuan nya supaya sholat kita sah,sebaik-baiknya bersuci menggunakan air bersih bila mana tidak tersedia air bersih di perbolehkan bertayyamum.Wudhu hukumnya adalah wajib di lakukan sebagai mana tertera dalam firman Allah SWT surat Al-Maidah ayat ke 6 :


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


"Ya ayyuhallzina amanu idza qubtum ilas-salati fagsilu wujuhakum wa aidiyakum ilal-marafiqi wamsahu biru'usikum wa arjulakum ilal-ka'bain wa ing kuntum junuban fattahharu wa ing kuntum marda au ala safarin au ja'a ahadum mingkum minal-ga'iti au lamastumun-nisa 'a fa'lam tajidu ma'an fa tayyammamu sa'idan tayyiban famsahu biwujuhikum wa aidikum minha ma yuridullahu liyaj'ala'alaikum min harajiw wa lakiyyuridu liyutahhirakum wa liyutimma ni'matahu'alaikum la'allakum tasykurun"

Artinya : " Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu, kedua tangan mu sampai siku dan basuhlah kepalamu serta basuhlah kedua kakimu sampai mata kaki"

Dari Rasullah saw, bersabda : Shalat seseorang di antara kalian tidak di terima apabila ia berhadats hingga ia berwudhu. ( H.R.Abu Hurairah.ra)

Berikut tata cara berwudhu beserta bacaan niat berwudhu :

Niat dalam berwudhu dengan membaca doa :

نويت الوضوءلرفع الحدث الاصغرفرضا لله تعل

"Nawaitul Wudluua Liraf'il Hadatsil Ashghari Fardlalillahi Ta'alaa"

Artinya : "Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah ta'ala"

Selanjutnya, Berkumur seraya membaca do'a berikut :

"Allahumma Inni Alaa Tilaawati Kitaabiik Wa Kasratiz Dzikrilaka"


Lnjut, memncuci bagian hidung bagian dalam dan luar seraya membaca do'a berikut,

"Allahumma Aujidii Ra'ihatan Jannati Fil Jannah Wanta Ani Radiin" 


Lnjut, membasuh bagian wajah, seraya membaca doa sebagai berikut,

" Allahumma Bayyit Wajhi Binuurika Yauma Tubayyit Wujuuha Au Ilaika Walaa Tusawwid Wajhi Bidzuluumatika Yauma Tusawwid Wujuuha A'daik"


Lanjut, membasuh kedua tangan hingga ke siku perlu di ketahui untuk bacaan doa antara rangan kanan dan kiri berbeda,

Bacaan do'a untuk tangan kanan,

"Allahumma A'tinii Kitaabi Biyamiini Wahaasibi Hisaaba Yashiiraa"

Bacaan do'a untuk tangan kiri,

"Allahumma Inni A'udzubikaa an Tu'tiyaani Kitaabi Bitsimaali au mi Waraa idz dzahri"


Lanjut, membasuh kepala termasuk rambut, seraya membaca do'a,

" Allahumma Ghassinni Birahmatika Wa anzil alayya mim barakaatika Wa azzillani tahta dzilli arsyika Yauma la dzilla ilaa dzilluka"


Lanjut, membasuh kedua telinga, dalam keadaan membasuh telinga terdapat bacaan doa yang berbeda pula seperti ketika membasuh kedua tangan,

Untuk telinga kanan membaca :

"Allahumma Ja'alni minal ladziina yastamii'unal Kaula fayat tabi'uunal hasanah"

untuk telinga kiri membaca doa :

"Allahumma inni a'udzubikaa jannati fil jannah ma'al abroor"


Lanjut, membasuh kedua kaki, ini memiliki bacaan do'a yang berbeda untuk kaki kanan dan kaki kiri '

untuk kaki bagian kanan membaca do'a :

"Allahumma sabbit qadaamaya Alaa shiraati yauma tadzillu aqdamuu fin naar"

untuk kaki kiri membaca do'a :

"Allahumma inni a'udzubikaa an tadzillu qadamayaa alaa shiraati yauma tadzillu aqdamuu munaafiqiina fin naar"


Dan berikut do'a setelah selesai berwudhu :


اَشْهَدُ اَنْ لآاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ عِبَادِكَ الصَالِحِينَ سُبْحَانَكَ اَلَّلهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيكَ

ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLOOHU WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA ROSUULUHU, ALLOOHUMMAJ'ALNII MINAT TAWWAABIINA WAJ'ALNII MINAL MUTATHOHHIRIINA WAJ'ALNI MIN IBADIKAS SHOLIHIN. SUBHANAKA ALLOHUMMA WA BIHAMDIKA ASTAGFIRUKA WA ATUUBU ILAIK


Artinya : "Aku mengaku bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersucI, dan jadikanlah aku dari golongan hamba-Mu yang shalih. Maha suci engkau. Dan aku memohon ampunan serta bertaubat pada-Mu" 


Dalam memncapai kesempurnaan berwudhu, Rasullah SAW telah memberikan contoh yang selayaknya kita ikuti sebagaimana menurut hadits berikut :

Selepas menunaikan shalat subuh, Rasullah SAW bertanya kepada bilal "Wahai bilal! Ceritakan kepadaku tentang perbuatan yang paling bermanfaat yang telah kamu lakukan setelah memeluk islam, Karena semalam aku mendengar suara langkah sandalmu di depan ku di dalam surga"

Lalu bilal berkata : " Aku tidak pernah melakukan suatu amalan  yang paling bermanfaat  setelah memeluk islam selain aku selalu berwudhu dengan sempurna  pada setipa waktu malam dan siang kemudian melakukuan shalat sunnah dengan wudhu ku itu sebanyak yang aAllah kehendaki". ( H.R.Abu Hurairah ra)


Di antara syarat dalam melaksanakan wudhu adalah sebagai berikut :

Islam

Sudah baligh ( Dewasa )

Tidak dalam kondisi berhadast besar

Tidak ada sesuatu yang menghalangi air untuk mengenai kulit ( Memiliki tato )

Memakai  air yang mutlak dan di pastikan bersih dari kotoran najis 

Dilakukannya secara teratur sesuai ketentuan cara berwudhu yang benar

Cara menyempurnakan wudhu dan termasuk perkara-perkara yang di sunnahkan :

Mendahulukan bagian tubuh yang sebelah kanan

Mengulangi masing-masing anggota wudhu sebanyak tiga kali

Tidak berbicara

Menghadap kiblat

Membaca basmalah ( dalam hati )

Niat

Membasuh telapak tangan sampai pergelangan

Menggosok gigi ( bersiwak ) 

Berkumur 

Membersihkan hidung ( memasukan air ke hidung kemudian di buang kembali )

Membasuh muka ( dengan merata )

Membasuh tangan hingga sampai kedua siku ( dengan merata )

Mengusap sebagian kepala

Membasuh kedua telinga secara bergantian bagian luar dan dalam

Membasuh kaki hingga sampai kedua mata kaki dengan merata.


Sebagian hal-hal yang membatalkan wudhu :

Keluar sesuatu dari dua pintu yaitu dari lubang alat vital dan dari dubur, atau salah satu dari keduanya baik berupa kotoran/ air kencing / angin / air mani atau yang lainya

Hilang akal berupa gila atau pingsan maupun mabuk

Bersentuhan kulit antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim nya

Menyentuh kemaluan atau alat vital dengan telapak tangan, baik milik sendiri maupun milik orang lain, baik dewasa maupun anak-anak

Tidur lelap



Ajaykumar

Sebagai manusia biasa yang berkeinginan hidup lebih baik dari hari yang telah di lalui

Post a Comment

Previous Post Next Post